Saya sendiri, setelah bertahun-tahun mengulas berbagai laptop entry-level di Indonesia, cukup terkesan melihat Infinix berani memasang bodi aluminum aerospace-grade di kelas harga ini. Bukan sekadar klaim marketing, tapi benar-benar terasa saat dipegang. Lalu, apakah Infinix XBOOK 15 benar-benar bisa menjadi solusi yang selama ini dicari mahasiswa? Mari kita bedah secara mendalam.
Desain dan Build Quality yang Membuat Berbeda
Salah satu hal pertama yang langsung mencolok dari Infinix XBOOK 15 adalah material bodinya. Berbeda dengan mayoritas laptop di rentang harga Rp7–8 jutaan yang masih menggunakan plastik polikarbonat, Infinix menggunakan aluminum alloy grade aerospace. Hasilnya, laptop ini terasa lebih solid di tangan, tidak mudah melengkung saat diangkat dari satu sisi, dan memberikan kesan premium yang biasanya hanya ditemui di laptop dua kali lipat harganya.
Dimensinya cukup ringkas untuk ukuran layar 15,6 inci. Ketebalannya hanya sekitar 18–23 mm dengan bobot sekitar 1,77 kg. Bagi mahasiswa yang setiap hari membawa laptop bolak-balik kampus atau coworking space, bobot ini masih tergolong nyaman. Saya pernah mencoba membawa laptop sejenis dalam tas ransel selama seharian penuh, dan punggung tidak terlalu pegal.
Keyboard-nya juga mendapat perhatian cukup baik. Travel key sekitar 1,5 mm dengan backlight tiga tingkat kecerahan. Bagi yang sering mengetik laporan atau tugas hingga larut malam, fitur ini sangat membantu. Touchpad-nya juga cukup luas dan responsif, dilapisi kaca AG Glass yang membuat gerakan jari terasa mulus.
Yang menarik, Infinix juga memperhatikan aspek durabilitas. Meski tidak secara eksplisit disebutkan sertifikasi MIL-STD di semua varian, bodi aluminum ini secara keseluruhan terasa lebih tahan banting dibandingkan laptop plastik biasa. Bagi mahasiswa yang sering membawa laptop dalam kondisi tidak ideal (tas penuh sesak, kadang terjatuh pelan), ini menjadi nilai plus yang signifikan.
Performa AMD Ryzen yang Cukup untuk Kebutuhan Mahasiswa
Infinix XBOOK 15 hadir dengan dua pilihan prosesor AMD Ryzen generasi sebelumnya yang masih sangat relevan untuk penggunaan sehari-hari:
- Ryzen 5 5500U (6 core / 12 thread)
- Ryzen 7 5825U (8 core / 16 thread)
Kedua prosesor ini dipadukan dengan RAM 8 GB dan storage SSD NVMe (256 GB atau 512 GB). Untuk kebutuhan mahasiswa membuka puluhan tab browser, Microsoft Word, Excel, Zoom, Canva, hingga sesekali editing foto ringan atau menonton video 1080p kombinasi ini sudah lebih dari cukup.
Dari pengalaman saya menguji laptop dengan Ryzen 5 5500U di kelas harga serupa, multitasking seperti membuka 25–30 tab Chrome sambil menjalankan aplikasi office dan Spotify berjalan lancar tanpa lag yang mengganggu. Untuk mahasiswa jurusan teknik, desain, atau bisnis yang sering mengerjakan tugas kelompok secara bersamaan, performa ini sudah membantu produktivitas.
Namun perlu dicatat, RAM 8 GB di tahun 2026 sudah terasa pas-pasan untuk beberapa skenario berat. Jika kamu sering membuka banyak aplikasi sekaligus atau mengerjakan project yang membutuhkan banyak memori, saya sarankan mempertimbangkan varian Ryzen 7 atau mengecek kemungkinan upgrade RAM di kemudian hari (beberapa unit XBOOK series sebelumnya mendukung upgrade).
Layar 15,6 Inci yang Nyaman untuk Produktivitas Panjang
Layar 15,6 inci dengan resolusi Full HD dan panel IPS menjadi salah satu keunggulan utama Infinix XBOOK 15. Rasio screen-to-body mencapai 85%, sehingga bezel terasa tipis dan area kerja terasa lebih luas. Kecerahan maksimal 250 nits mungkin tidak terlalu tinggi untuk penggunaan outdoor di bawah terik matahari, tapi untuk penggunaan di dalam ruangan kelas atau cafe sudah sangat memadai.
Bagi mahasiswa yang sering mengerjakan tugas berjam-jam, layar besar ini sangat membantu. Saya pernah melihat rekan yang menggunakan laptop 14 inci harus terus-menerus scroll atau memperkecil jendela karena ruang kerja terbatas. Dengan layar 15,6 inci, multitasking menjadi jauh lebih nyaman bisa membuka catatan di satu sisi dan browser di sisi lain tanpa harus bolak-balik.
Warna yang ditawarkan (Grey) juga terlihat clean dan profesional, cocok untuk presentasi atau bertemu dosen.
Daya Tahan Baterai dan Mobilitas Sehari-hari
Baterai 50Wh yang disematkan mampu bertahan sekitar 6–8 jam untuk penggunaan ringan hingga sedang (browsing, mengetik, video call). Angka ini tentu sangat bergantung pada kecerahan layar dan aplikasi yang digunakan. Untuk mahasiswa yang kuliah dari pagi hingga sore, biasanya masih bisa bertahan satu hari penuh tanpa harus mencari colokan, terutama jika tidak selalu menjalankan aplikasi berat.
Pengisian daya menggunakan USB Type-C 65W yang relatif compact. Ini keuntungan besar dibandingkan charger besar yang biasa ditemui di laptop lama. Charger-nya mudah dibawa dan bisa digunakan untuk mengisi daya smartphone atau tablet juga.
Harga dan Pilihan Varian yang Ditawarkan
Berikut harga resmi Infinix XBOOK 15 per Juni 2026:
- Ryzen 5 5500U + 8GB RAM + 256GB SSD → Rp7.399.000
- Ryzen 7 5825U + 8GB RAM + 512GB SSD → Rp8.199.000
Harga ini sudah termasuk Windows 11 Home dan garansi resmi. Dibandingkan dengan laptop plastik di kelas harga yang sama, Infinix XBOOK 15 menawarkan material bodi yang jauh lebih baik. Ini yang membuatnya terasa berbeda dan worth considering bagi yang menginginkan laptop yang tidak cepat terasa “murahan”.
Tips Memaksimalkan Penggunaan Infinix XBOOK 15 untuk Kuliah
Berikut beberapa tips praktis berdasarkan pengalaman saya menggunakan laptop serupa:
- Manfaatkan mode hemat daya Aktifkan mode battery saver saat kuliah online atau mengerjakan tugas ringan agar baterai lebih awet.
- Upgrade storage jika perlu SSD 256GB cepat penuh jika banyak menyimpan file kuliah dan video. Pertimbangkan external SSD atau upgrade internal jika memungkinkan.
- Gunakan cooling pad saat sesi panjang Meski sudah ada dual heat pipe, penggunaan berat dalam waktu lama tetap bisa membuat suhu naik. Cooling pad sederhana sangat membantu.
- Atur backlight keyboard sesuai kebutuhan Jangan selalu pakai level tertinggi jika tidak diperlukan, karena sedikit menguras baterai.
- Manfaatkan port lengkap Laptop ini dilengkapi USB-A, USB-C, HDMI, dan audio jack. Sangat berguna saat presentasi atau menghubungkan proyektor di kampus.
FAQ
Menurut pengalaman saya, Infinix XBOOK 15 adalah salah satu laptop yang paling menarik di kelas harganya saat ini, terutama bagi mahasiswa yang menginginkan bodi lebih premium tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Bagaimana dengan kalian? Apakah sudah pernah mencoba laptop Infinix sebelumnya, atau sedang mempertimbangkan Infinix XBOOK 15 untuk kebutuhan kuliah? Ceritakan pengalaman atau pertanyaan kalian di kolom komentar di bawah ini. Saya akan coba bantu jawab sebisa mungkin!


Posting Komentar